Selasa, 25 Maret 2014


Wah, Aplikasi Berbahaya di Android Capai 10 Juta!

JAKARTA, PCplus – Bukannya mau menakut-nakuti. Tapi menurut Kaspersky Lab, jumlah aplikasi berbahaya di Android sudah mencapai 10 juta, banyak di antaranya berada di store tak resmi.  
Namun tidak tertutup kemungkinan ada yang hadir Google Play, mengingat para penjahat cyber juga memakai software resmi Android untuk menyebarkan kode berbahaya mereka.  Sekadar info, per Januari lalu, Google Play menayangkan 1.103.104 aplikasi.
Kebanyakan aplikasi berbahaya itu, tulis Kaspersky Lab, bertujuan mengambil informasi keuangan. Kebanyakan juga dikembangkan di Rusia. Contohnya adalah versi mobile Trojan Carberp yang mencuri identitas pengguna yang >>>> KLIK UNTUK SELENGKAPNYA



Waduh, Ada Backdoor di Samsung Galaxy

JAKARTA, PCplus – Pengguna smartphone dan tablet Samsung Galaxy, berhati-hatilah. Telah ditemukan backdoor  yang memungkinkan peretas mengakses dan memodifikasi data secara remote. Begitu ungkap sebuah lembaga sekuriti.
Adalah Paul Kocialkowski, developer di Replicant OS – sistem operasi mobile gratis berbasiskan Android – yang mengungkap backdoor tersebut. Ia menyebutkan backdoor yang pra-instal di perangkat Samsung Galaxy maupun Gooogle Nexus S dari Samsung menyediakan akses remote ke semua data dalam perangkat.
Dalam posting blog-nya Kocialkowski menjelaskan bahwa hal itu dimungkinkan karena smartphone memiliki dua prosesor terpisah. Satu prosesor untuk aplikasi-aplikasi umum yang menjalankan Android di bawah Linux. Prosesor lain, dikenal sebagai modem, menjawab komunikasi dengan  BACA SELENGKAPNYA


Jelang Ajal Windows XP, Microsoft Keluarkan Update Sekuriti (Terakhir?)


JAKARTA, PCplus – Microsoft telah merilis preview dari March Patch Tuesday release, yang memuat security bulletin terakhir untuk Windows XP. Dari lima update sekuriti yang akan diberikan Microsoft, dua di antaranya kritikal, yang akan menambal celah terbuka di Internet Explorer (IE) yang telah dieksploitasi para peretas (hacker) sejak Januari lalu.
Buletin pertama adalah untuk IE semua versi, mulai dari v6 sampai v11. Buletin kedua adalah untuk Windows, mempengaruhi semua versi Windows: Windows XP sampai Windows Server 2012, kecuali Windows RT.
Buletin ketiga dan keempat akan mengatasi celah penting tapi tidak kritikal di Windows. Sementara buletin kelima  ditujukan pada pengguna Silverlight di Mac dan Windows.
Januari lalu sebenarnya Microsoft sudah merilis patch untuk celah Remote Code Execution bagi versi terbaru IE agar terlindung dari serangan berbasis web. Nah, buletin March Patch Tuesday ini memperbarui buletin Januari itu.
Microsoft berencana menghentikan BACA SELENGKAPNYA

 

 

0 komentar:

Poskan Komentar